AMKI Masuki Tahun Kedua, Siap Hadapi Tantangan Besar Industri Media Konvergensi


JAKARTA, Pantaupdate.id
– Tepat satu tahun sejak kepengurusan resmi dilantik, Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) memasuki babak baru dengan membawa misi besar: menjadi motor penggerak transformasi industri media di tengah derasnya arus digitalisasi dan krisis model bisnis media.


Ketua Umum AMKI, Tundra Meliala, menegaskan bahwa kelahiran AMKI bukan sekadar menambah daftar organisasi pers di Indonesia, melainkan menjawab perubahan fundamental yang tengah terjadi dalam ekosistem media.

Menurutnya, batas antara media cetak, media siber, televisi, media sosial hingga kreator konten kini semakin kabur. Informasi bergerak melalui berbagai platform secara bersamaan, sehingga dibutuhkan organisasi yang mampu mengakomodasi era konvergensi media.

"Konsep itulah yang menjadi fondasi AMKI, yakni mendorong ekosistem media menuju era konvergensi," ujar Tundra dalam keterangan tertulis yang diterima media di Jakarta, Senin (29/6/2026).

AMKI lahir di tengah kondisi industri media yang sedang menghadapi tekanan berat. Pergeseran pola konsumsi informasi, merosotnya pendapatan iklan media konvensional, serta dominasi platform digital global seperti Google, YouTube, TikTok, dan Meta membuat perusahaan pers harus beradaptasi dengan cepat.

Mengacu pada Reuters Institute Digital News Report 2025, konsumsi berita digital terus meningkat, sementara masyarakat semakin bergantung pada mesin pencari, media sosial, dan agregator berita sebagai sumber informasi utama.

Kondisi tersebut memaksa perusahaan media mencari model bisnis baru agar tetap bertahan di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Didirikan pada akhir Desember 2024, AMKI mulai membentuk struktur organisasi sejak Januari 2025, memperoleh akta notaris dan SK Kementerian Hukum pada Maret 2025, lalu resmi melantik kepengurusan nasional pada 30 Juni 2025.

Pada tahun pertamanya, tantangan terbesar bukan sekadar membangun organisasi, tetapi memperoleh kepercayaan publik dan pelaku industri media.

Meski tergolong organisasi baru, AMKI berhasil membentuk kepengurusan di 20 provinsi. Sejumlah wilayah di Kalimantan dan Papua juga masih dalam tahap penyempurnaan struktur organisasi.

Berbeda dengan sebagian organisasi pers yang lebih banyak bergerak pada isu profesionalisme wartawan dan kebebasan pers, AMKI memilih memberi perhatian besar terhadap keberlangsungan perusahaan media sebagai entitas bisnis.

Menurut Tundra, tantangan utama media saat ini bukan hanya menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, tetapi juga bagaimana membiayai proses produksi berita di tengah terus menurunnya pendapatan iklan.

Karena itu, AMKI berkomitmen memperkuat kapasitas anggotanya melalui pelatihan, pengembangan teknologi digital, jejaring bisnis, hingga membuka peluang pembiayaan bagi perusahaan media, khususnya media lokal.

Selain penguatan ekonomi media, AMKI juga mendorong lahirnya regulasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi.
Organisasi ini menginisiasi pembahasan regulasi media konvergensi bersama Dewan Pers, Kementerian Komunikasi dan Digital, DPR, serta menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk pelatihan dan sertifikasi kompetensi media konvergensi.

Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi baru dalam membangun profesionalisme insan media di era digital.

Memasuki tahun kedua, Tundra Meliala menilai AMKI tidak lagi cukup hanya dikenal sebagai organisasi baru. Yang lebih penting adalah menghadirkan manfaat nyata bagi anggotanya.
Penguatan kaderisasi, pemberdayaan pengurus daerah, hingga memastikan media kecil di berbagai daerah memperoleh akses pelatihan, teknologi, dan peluang usaha menjadi agenda prioritas.

"Keberhasilan organisasi bukan diukur dari banyaknya struktur kepengurusan, melainkan sejauh mana mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi industri media," tegasnya.

Di tengah derasnya perubahan teknologi dan transformasi digital, AMKI kini menghadapi ujian sesungguhnya: membuktikan diri sebagai organisasi yang mampu membawa perusahaan media Indonesia tetap bertahan, berkembang, dan relevan di era konvergensi.

Reporter: Red
Editor: Joe

0 Komentar