Karawang,Pantaunews.id - Karena intensitas hujan tinggi, hampir sebagian Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek terendam banjir. Dari mulai Perum Bumi Mutiara Indah (BMI) satu dan dua serta Dusun Pajaten dan Karajan
Wakil Bupati Karawang Aep Saepuloh menyatakan, sebelumnya Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang telah mendorong BBWS untuk membangun Situ Kamojing menjadi sebuah bendungan dan Sipon yang berada di BMI pun tengah dikerjakan, Senin (27/02/2023).
"Sekarang di tahun 2023 baru ada banjir karena intensitas hujan sangat tinggi, ditambah hari ini yang ngirim air itu dari Purwakarta melalui Situ Kamojing debit air sangat tinggi. Dulu 2021 - 2022 tidak banjir,"ujar Aep
Sementara Kapolsek Cikampek Kompol Ahmad Mulyana, S.H menghimbau terhadap warga yang terendam banjir agar segera mengungsi.
"Jangan sampai nanti ketika air sudah tinggi ibu kerepotan juga, nanti ibu nyalahin juga, mana tim sar kita. Maka dalam situasi begini, ngungsi aja dulu daripada nongkrong-nongkrong di pos begini, nanti air tambah tinggi susah evakuasinya," himbau Kapolsek
Sedangkan Sekdes Dawuan Tengah Salmon mengungkapkan, saat ini ketinggian air sekitar sipon diperkirakan mencapai satu sampai satu setengah meter.
"Sejumlah 7000 KK dari dua Dusun Perum Bumi Mutiara Indah terendam banjir. Sementara Dusun Pajaten dan Karanganyar kami masih menunggu data susulan,"ungkapnya.
Saat ini Pemerintah Desa Dawuan Tengah kata Salmon, pihaknya tengah memprioritaskan proses evakuasi warga yang terendam banjir.
"terutama kami prioritas, Lansia, ibu hamil orang sakit juga anak-anak. Dan kami juga telah mempersiapkan titik evakuasi termasuk logistik untuk keperluan dapur umum," tegasnya.
Terkait alat evakuasi yang digunakan terhadap warga, dia menyebut, saat ini pihaknya telah dibantu beberapa unit perahu karet dari tim sar gabungan Cikampek dan Kabupaten Karawang ditambah satu unit dari PT Pupuk Kujang. (Bdg/red)


0 Komentar